Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polres Seram Bagian Timur (SBT) bergerak cepat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah penjual sembilan bahan pokok (sembako) di wilayah Kabupaten SBT, Senin (15/12/2025). Sidak ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan bahan pangan aman dan harga tetap stabil menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2026.
Kegiatan ini secara rutin dilakukan oleh Satgas Pangan Polres SBT guna menjaga stabilitas harga dan menjamin ketersediaan stok kebutuhan pokok, terutama dalam menghadapi momen hari besar keagamaan.
Kapolres SBT, AKBP Alhajat, S.I.K., melalui Kasat Reskrim Polres SBT, AKP Rahmat Ramdani, membenarkan kegiatan sidak tersebut. Ia menjelaskan bahwa pengecekan ini penting untuk memastikan stok kebutuhan pokok selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) mencukupi, sehingga tidak terjadi lonjakan harga di pasaran.
“Hari ini kita melakukan pengecekan stok kebutuhan bahan pokok, termasuk untuk mengetahui harga di pasaran,” ujar Rahmat.
Dari hasil pengecekan yang dilakukan di beberapa lokasi, termasuk Pasar Wailola, Toko Rama, Toko Niar, Toko Liberty, Toko Wailola, serta sejumlah pasar tradisional, Kasat Reskrim memastikan bahwa stok bahan pokok di Kabupaten SBT saat ini masih sangat mencukupi, bahkan diproyeksikan aman hingga perayaan Natal dan Tahun Baru mendatang. Selain itu, harga komoditas terpantau stabil di seluruh lokasi yang disidak.
“Dari hasil pengecekan kita pastikan untuk stok masih cukup aman dan mencukupi sampai dengan hari Lebaran mendatang. Termasuk soal harga, terpantau masih stabil,” tegas Rahmat.
Menanggapi hasil sidak yang positif ini, jajaran Polres SBT mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak perlu khawatir mengenai ketersediaan dan harga kebutuhan pokok. Pihaknya juga meminta masyarakat sebagai konsumen untuk bijak dalam berbelanja sesuai dengan kebutuhan riil.
Lebih lanjut, Kasat Reskrim mengatakan Satgas Pangan Polres SBT akan terus memantau pergerakan stok dan harga secara berkelanjutan. Langkah ini juga sebagai upaya pencegahan dan antisipasi terhadap potensi penimbunan yang dapat memicu gejolak dan keresahan di masyarakat.
“Kita akan terus memantau kondisi stok guna mengantisipasi adanya penimbunan yang dapat memicu gejolak di masyarakat,” tutup Rahmat.